==== Selamat Datang di Madrasah Kami ===

Jumat, Mei 08, 2026

 


“Bukan Selamat Tinggal, Tapi Sampai Jumpa: Jejak Pengabdian Santri MA Asasul Islamiyah Cibatu

Siang itu, halaman Madrasah Diniyah Asasul Islamiyah dan Darul Hakim Cibatu terasa beda. Biasanya riuh suara hafalan Juz Amma, hari ini bercampur isak haru. Spanduk sederhana bertuliskan “Tasyakuran & Perpisahan Pengabdian Masyarakat MA Asasul Islamiyah” berkibar pelan. Di sanalah 3 pekan pengabdian santri kelas XII MA Asasul Islamiyah Cibatu, Cikembar, Sukabumi resmi ditutup.

3 Minggu, Seribu Cerita

Tanggal itu datang juga. Hari pertama mereka datang dengan ransel, mukena, sarung, dan sedikit canggung. Hari terakhir mereka pulang dengan mata sembab, pelukan erat dari adik-adik Diniyah, dan titipan doa dari ibu-ibu majelis taklim.

Apa saja yang mereka tinggalkan?

1.     Ruang Kelas yang Kini Bernyawa

Dinding MD Asasul Islamiyah yang tadinya kusam kini penuh mading warna-warni. “Pohon Cita-Cita” buatan santri MA jadi tempat adik-adik kelas 1 nempelin harapan: “Ingin jadi dokter”, “Ingin bisa ngaji lancar”. Catnya dari uang saku yang disisihkan. Kuasnya dari tangan yang ikhlas.

2.     Ngaji yang Nggak Bikin Ngantuk“

Bi, ngaji pake tepuk tangan lagi dong!” teriak Nabila, santri Diniyah kelas 2. Selama 3 minggu, kakak-kakak MA ngajarin Iqro pake lagu, hafalan surat pendek pake gerakan, dan kisah nabi pake wayang kertas. Di Darul Hakim, ba’da Maghrib jadi rame. Bukan cuma anak-anak, bapak-bapak pun ikut melingkar dengerin “kultum 5 menit” dari santri MA yang dulu gugup, sekarang lantang.

3.     Gotong Royong, Gotong Rasa

Mereka nggak cuma ngajar. Siang ikut bersihin selokan madrasah. Membantu nari dan hafalan untuk persiapan kenaikan kelas. Kata Pak Ustadz Holid, S.Pd,I, Kepala MD Asasul Islamiyah: “Anak-anak MA ini ngajarin kami bahwa ngabdi itu bukan cuma pake kitab, tapi pake tenaga.”

Air Mata di Hari Perpisahan

Acara penutupan digelar sederhana. Ada pembacaan ayat suci, sambutan, penampilan hadroh adik-adik Diniyah, dan pemutaran video dokumentasi. Tapi yang bikin jebol pertahanan adalah sesi “pesan kesan”.“Teteh, aa, jangan pulang dulu ya. Siapa yang ajarin aku ngaji nanti?” suara Fahri, kelas 3 Diniyah, bikin satu lapangan diam. Salsa, siswi MA, maju dengan suara bergetar: “Fahri, teteh pulang bukan berarti ninggalin. Teteh nitip MD ini ke kamu. Besok kamu yang gantiin teteh ngajar adik kelas 1. Mau ya? Biar ilmunya nyambung terus.”Bu Hj. Imas, pimpinan Darul Hakim, nyeka air mata sambil bilang: “20 tahun saya ngurus madrasah, baru kali ini ngerasain Diniyah serame ini. Anak-anak MA nggak cuma ngasih ilmu. Mereka ngasih rasa memiliki.”

Bukan Akhir, Tapi Awal

Kepala MA Asasul Islamiyah, Bapak Zenal Abidin, S.Pd.I, berpesan: “Pengabdian itu kayak shalat. Ada takbiratul ihram, ada salam. Hari ini salamnya. Tapi bekas sujudnya harus nempel di kening kalian sampai kapanpun. Masyarakat Cibatu udah jadi keluarga kedua.”Sebelum pulang, santri MA dan santri Diniyah tukar kado: gantungan kunci tanah liat bertuliskan “Dari Cibatu, Untuk Negeri”. Buatan tangan adik-adik Diniyah. Sederhana, tapi harganya nggak ternilai.Mereka datang sebagai siswa. Mereka pulang sebagai saudara. Karena pengabdian yang tulus itu nggak kenal kata perpisahan. Yang ada cuma “sampai jumpa” di lain waktu, dengan versi diri yang lebih baik.

Terima kasih MA Asasul Islamiyah. Terima kasih MD Asasul Islamiyah & Darul Hakim. Dari Cibatu, kita belajar bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Punya cerita pengabdian juga? Share di kolom komentar.”





0 komentar:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Blogroll

MA ASI

Beriman, Cerdas, Mandiri, Terampil,(Berdasi)

Album

Blog Archive

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Madrasah Aliyah Asasul Islamiyah "BERDASI" | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com